Korban Perahu Ketinting yang Karam di Sungai Kelay Ditemukan Tak Bernyawa
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TANJUNG REDEB-
Sebuah perahu ketinting ditemukan terbalik oleh warga Kampung Bena Baru,
Kecamatan Sambaliung pada Kamis (11/8) malam tadi. Diduga kapal tersebut karam
saat hendak berlayar di perairan Sungai Kelay.
Kepala Kampung Bena Baru, Leth Anye
mengatakan, korban atas nama Daniel (30), warga RT 02, Kampung Bena Baru.
Diketahui, korban pergi sejak sore tadi sekira pukul 17.00 WITA. Sudah menjadi
aktivitas rutin korban untuk berpergian dengan ketinting menuju ladang yang
tidak jauh dari lokasi kampung.
Ia mengungkapkan, saat hendak menuju ke ladang,
korban rupanya tidak berpamitan dengan keluarga maupun warga sekitar dan pergi
secara diam-diam. Tak ada perasaan khawatir lantaran sudah menjadi kebiasaan,
mereka pun turut menunggu kepulangannya. Nahas, hingga matahari terbenam korban
tak kunjung juga kembali.
"Jadi dalam beberapa waktu ini, memang
korban sedang dalam pengawasan keluarga apabila mau bepergian dengan ketinting.
Karena korban juga mempunyai riwayat penyakit tertentu," ungkapnya.
Warga Kampung Bena Baru pun berinisiatif
mencari keberadaan korban. Pencarian bahkan dilakukan hingga ke ladang yang
menjadi tempat korban beraktivitas untuk pergi menggunakan ketinting. Saat
sedang berlangsung, sekira pukul 20.00 WITA, akhirnya masyarakat mendapatkan 1
unit perahu ketinting dalam kondisi terbalik.
Namun, tidak ada wujud korban. Masyarakat pun
terus mencari di sekitaran lokasi tersebut memecah kondisi gelapnya malam saat
itu. "Kami lakukan penyelaman, dan dari hasil itu hanya didapatkan barang
milik korban, termasuk ponsel genggam," katanya.
Korban sempat hilang dan tidak ada
tanda-tanda selama beberapa jam. Lantas saja, pada pukul 21.40 WITA, Leth pun
melaporkan ke Unit Siaga SAR Berau terkait adanya laka kapal dan orang hilang.
Setelah dilakukan pencarian selama 2 jam lebih, sekira pukul 22.30 WITA, tubuh
korban ditemukan oleh warga tepat di bawah perahu ketinting miliknya dengan
kondisi tak bernyawa.
"Jadi, setelah dilakukan penyelaman oleh
beberapa warga, tubuh korban berada di titik yang agak dalam. Kami memakai
benang pancing untuk mengaitkan baju pada tubuh korban," terangnya.
Proses evakuasi pun akhirnya dilakukan oleh
jajaran Unit Siaga SAR Berau. Pihaknya, turut membawa beberapa armada dan
kantung jenazah serta berkoordinasi dengan kepala kampung dan aparat keamanan
setempat.
Koordinator Unit Siaga SAR Berau, Andi Irawan
menerangkan, diduga perahu ketinting milik korban karam saat hendak melabuh.
Akan tetapi, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih belum diketahui lantaran
tidak ada saksi mata.
"Jenazah langsung kami bawa ke RSUD
Abdul Rivai untuk dibersihkan dan setelah itu bakal dipulangkan kepada
keluarga," ujarnya.
Andi menambahkan, titik koordinat
ditemukannya ketinting dan jasad korban berada di perairan menuju hulu Sungai
Kelay. Lokasinya pun masih berada di wilayah Kampung Bena Baru.
"Dikarenakan, dalam beberapa waktu
terakhir sudah ada beberapa kasus laka kapal. Kami tetap mengimbau kepada
masyarakat untuk waspada apabila hendak beraktivitas di sungai. Utamakan selalu
kondisi kapal maupun tubuh apabila akan berpergian," pungkasnya.(sep)